Just another WordPress.com weblog

Archive for Desember, 2010

Perjuangan

Langkah kaki berayun selangkah demi selangkah…

menoreh luka dalam lembaran kehidupan para pejuang…

bukan hanya goresan pedang di medan perang…

bukan hanya cucuran keringan dan terik matahari yang ada…

bukan hanya sekedar berkata dan bertindak…

perjuangan begitu dalam makna ketika kita berjuang untuk tegaknya kebenaran…

ketika kita berjuang ketika kita berjuang dalam kehidupan…

demi insan yang akan merasakan indahnya iman dan islam…

demi berbakti sebagai hamba yang sholeh…

demi mendapatkan dan menciptakan peradaban yang gumilang…

maka perjuangan itu lebih tersa berat dengan segala hamtan dan rayuang kenikmatan syeitan tentang kehidupan…

ketipu dayaan tentang arti perjuangan…

Setiap kata,tindakan,tulisan dan kejadian yang ada di hadapan adalah sebuah pendidikan kehidupan dalam sebuah perjuangan…

terus berjuanga wahai tubuh yang masih bisa berjalan dan hidup…

 

Iklan

MemImPiN daN di PimpIN

=Belajar Menjadi pemimpin=

Memilih pemimpin bukan lah sekedar perkara hal sepele,sebab kandidat yang terpilih itulah yang akan membawa arah dan cermin suatu Institusi(I) untuk membuat dan menjalankan kebijakan kebijakan yang menentukan nasib masa depan(I)…

KARAKTERISTIK PEMIMPIN DALAM ISLAM

Perlu disadari, dalam memilih pemimpin ada tanggung jawab yang akan dipikul di hadapan Allah terhadap pilihan kita. Di sinilah pentingnya seorang pemilih mengenal calon pemimpinnya. Agar bisa mengetahui kesesuaiannya dengan karakter pemimpin ideal yang diatur oleh Islam. Kalau ternyata sesuai, maka jangan sungkan memberikan suara.
Di antara karakteristik pemimpin dalam Islam, yaitu:

1. Jujur
Pemimpin Islam haruslah jujur kepada dirinya sendiri dan pengikutnya. Seorang pemimpin yang jujur akan menjadi contoh terbaik. Pemimpin yang perkataan dengan perbuatannya senantiasa sejalan.

2. Kompeten
Kompotensi dalam bidangnya mutlak dimiliki oleh seorang pemimpin Islam. Orang akan mengikuti seseorang jika ia benar-benar meyakini bahwa orang yang diikutinya benar-benar tahu apa yang sedang diperbuatnya.

3. Inspiratif
Seorang pengikut akan merasakan ‘aman’ jika pemimpinnya membawanya pada rasa nyaman dan menimbulkan rasa optimis seburuk apa pun situasi yang sedang dihadapi.

4. Sabar
Pemimpin Islam haruslah sabar dalam menghadapi segala macam persoalan dan keterbatasan, serta tidak bertindak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.

5. Rendah hati
Seorang pemimpin Islam hendaklah memiliki sikap rendah hati. Tidak suka menampakkan kelebihannya (riya) serta tidak merendahkan orang lain.

6. Musyawarah
Dalam menghadapi setiap persoalan, seorang pemimpin Islam haruslah menempuh jalan musyawarah serta tidak menentukan keputusan sendiri.
Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di—rahimahullah—mengatakan, “Jika Allah mengatakan kepada Rasul-Nya—padahal beliau adalah orang yang paling sempurna akalnya, paling banyak ilmunya dan paling banyak idenya, “Maka bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (QS. Ali Imran: 159). Maka bagaimana dengan yang selain beliau?”

7. Mampu berkomunikasi dengan rakyatnya
Kapasitas ilmiah serta empati dan rasa sensitivitas yang baik akan mereka yang dipimpinnya, pada akhirnya akan melahirkan seorang pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik kepada rakyatnya. Komunikasi yang baik kepada rakyatnya bukanlah sekadar kemampuan retorika yang baik, tetapi juga kemampuan memilih hal yang akan dilempar kepada publik serta timing yang tepat dalam melemparkannya. Kematangan seorang pemimpin akan membuatnya mampu berkomunikasi yang jauh dari sikap emosional. Dan yang terpenting dari semua itu adalah sang pemimpin akhirnya mampu mengambil sebuah kebijakan yang tepat dalam sebuah kondisi yang memang dibutuhkan oleh rakyat yang dipimpinnya.

RAHASIA KEKUATAN PEMIMPIN

1. Kekuatan iman, ilmu, dan wawasan yang luas
Seluruh nabi dan rasul memimpin dengan kekuatan iman dan ilmu. Nabi Sulaiman Alaihissalam memerintah hampir seluruh makhluk (seperti jin, binatang, angin) dengan ilmu dan keimanan yang kuat. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dapat menyelesaikan berbagai masalah dengan ilmu dan keimanan yang kuat. Dengan ilmu dan iman seorang pemimpin sanggup memimpin dirinya (seperti memimpin matanya, hatinya, lidahnya, pikiran dan hawa nafsunya) sebelum memimpin orang lain.

2. Ibadah dan taqarrub kepada Allah.
Ibadah dan banyak bertaqarrub kepada Allah, dapat melahirkan kewibaan, ketawadhuan, kesabaran, optimisme, dan tawakkal. Ibadah dan taqarrub juga akan melahirkan kekuatan ruhaniyah yang dahsyat.

3. Keteladanan.
Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajak jihad, beliau bertempur paling depan, bersedekah paling ringan dan hidup paling bersahaja. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallammenyuruh bertahajud, beliaulah yang kakinya bengkak karena banyak bertahajjud. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menghimbau umatnya untuk berhias dengan akhlak mulia, beliaulah manusia yang paling mulia akhlaknya.

KARAKTERISTIK PENGIKUT DALAM ISLAM

1. Taat
Seorang pengikut harus patuh kepada pemimpin. Setelah pemimpin dipilih lewat jalan musyawarah maka wajib bagi pengikutnya (yang menang dan yang kalah untuk taat kepadanya, kecuali sang pemimpin telah melanggar ketentuan Allah dan membuat kerusakan).

2. Dinamis dan kritis
Seorang pengikut harus dinamis dan kritis dalam mengikuti kepemimpinan seseorang. Islam tidak mengajarkan suatu ketundukan buta atau sekadar ikut-ikutan.

PENUTUP
Bagi pemimpin dan calon pemimpin masa depan, amanah yang Anda emban bukanlah suatu kemegahan dan kebanggaan. Bahkan demi mengingat beratnya beban amanah, Khalifah Umar bin Khaththab memberikan sebuah ungkapan, “Saya sudah cukup senang jika dapat keluar dari dunia ini dengan impas; tidak mendapat dosa dan tidak pula mendapat pahala.”

Maka jadikanlah janji Allah memasukan pemimpin yang adil dalam surga-Nya sebagai sumber energi hidup Anda.

Dan bagi yang akan memberikan pilihan dan selanjutnya akan dipimpin, marilah kita sadari bahwa kesempatan kita hanya sekali untuk melakukan pilihan dengan tepat. Setelah itu, kemampuan kita dalam menentukan arah kepemimpinan tidak sekuat di saat kita memilih. Setidaknya, kita telah berusaha melakukannya. Dan yang pasti, pilihan kita akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhaanahu Wata’ala.

Karena itu, akan senantiasa dibutuhkan seorang Muslim yang mampu menentukan pilihannya secara cerdas dan tepat.

*Semoga kita bisa berperan tepat dan cerdas dalam memimpin dan di pimpin

http://ariefhikmah.com/renungan/mencari-kepemimpinan-yang-amanah-di-masa-kini/

SaHaja

subhnallah,sungguh luarbiasa kehidupan ini yang terus memberikan cerita cerita baru…

Allahubakbar,sungguh kecil diri ini,fisik yang lemah ini,…

engkau yang membolak balikan hati kami,engkau yang maha kaya…

Harus peka terhadap apa saja yang terjadi di sekitar lingkungan kehidupan,

jangan menjadi manusia yang ada atau tidak dirimu sama saja maknanya…

Allah akbar…

Allah akbar…

Allah akbar…

Engkaulah Al-latif yang maha lembut…

lembutkanlah hati hati kami dalam langkah yang pasti,..

teguhkan kaki-kaki kami yang mulai rapuh dalam berjuang,..

ya Allah…jangan biarkan hati kami kosong,

Isilah dengan Asma-Mu,

Isilah dengan kasih sayang

Mu Ya Rahman Ya Rahim,

Karena itu sirami kami dengan cinta-Mu,

Sirami kami dengan kasihMu,

Agar hati kami tentram di tengah berbagai ujian,

Agar hati kami senantiasa merasa berkecukupan,di tengah kekurangan…

Agar hati kami damai di tengah marabahaya…

tak banyak kata yang tergores dalam lembaran-lembaran, banyaknya file yang tersedia,..

namun sucikanlah dan teguhkan hati kami ya Qudus ya Matiin,..

yang membuatkan kami tidak peduli,mengerasnya hati kami, tingginya Ego kami…

Maafkan kami ya Qoffar..yang maha Pengampun,..

dari hilaf dan lupa dan segala tinta hitam yang tertuang dalam keseharian kami…

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: